Evolving Journey is where we pour pieces of ourselves into words — a quiet space to witness how dreams are planted, nurtured, and allowed to grow, not to arrive at a destination, but to celebrate the becoming, the in-between, and the beauty of trying
Wednesday, October 29, 2025
Mengajar Ternyata Tidak Semenyeramkan Itu
Wednesday, October 22, 2025
Pulang Sebentar ke Jogja
Beberapa minggu lalu, aku di kirim undangan pernikahan oleh temenku sendiri. Senangnya bukan main, akhirnya salah satu temen terdekatku menikah. Langsung aku beritahu ke ibu dan Imel kalau aku rencana pulang ke Jogja. Sayangnya Imel ga bisa ikut aku ke Jogja buat hadir di pernikahan temenku.
Setelah aku minta ijin cuti dan sudah diacc, aku akhirnya beli tiket kereta, aku pulang Sabtu malam, sampai Jogja Minggu pagi, dan pulangnya Senin siang.
H-1 pulang ke Jogja, aku membuat list bersama Imel, isinya barang - barang apa saja yang rencananya aku bawa pulang, mulai dari hadiah ulangtahun ibu yg berulang tahun tanggal 17 Oktober ini, sampai pakaian - pakaian yang mau aku tinggal di Jogja karena ada yang sobek.
Akhirnya hari H pulang, setelah memastikan tidak ada yang ketinggalan, aku pamit ke temen - temen mess untuk pulang ke Jogja, lalu aku pesan grab untuk ke stasiun, sebelum naik kereta aku sempet makan mie ayam dulu untuk mengganjal perut hihihihiii... Setelah itu aku karena masih lama menunggu kereta, aku nonton bola di ruang tunggu bersama orang - orang lain. Lucunya, satu - satunya TV di ruang tunggu dipenuhi laki - laki yang memang sengaja nonton bola 🤣🤣🤣.
Setelah aku masuk ke dalam kereta, aku taruh koperku di bagasi atas lalu duduk tenang, sebelahku ada mas - mas sedang mendengarkan "Malaka Project" sepertinya bakal nyambung kalau ngobrol, tapi nggak lah daripada ngobrol malah nanti gabisa vidcall sama Imel ihihihiii.
Setelah kereta jalan, lalu beberapa saat kemudian aku dan Imel vidcall, karena keterbatasan sinyal dan banyaknya orang di kereta, kami vidcall ga semeriah biasanya, maluuu akuu hehehee, seperti biasa kami berdoa sebelum tidur, kali ini doa bersama dipimpin Imel hehehee. Setelah itu aku tidur di kereta.
Paginya kok aku merasa ada suara telfon terus menerus, ternyata Imel menelfonku karena takut aku ketiduran dan lupa turun kereta. Terimakasih ya Imel, yang rela ga tidur buat bangunin aku biar ga bablaas hihihiii.
Setelah sampai Jogja, ak naik Grab untuk ke rumah, sesampainya di rumah, berbarengan dengan bapak yang barusan beliin aku lontong opor kesukaan untuk sarapan, lalu aku bertemu ibu di rumah, bapak dan ibu juga lagi mempersiapkan untuk lomba fashion show acara Hari Pangan di Gereja. Aku istirahat sebentar, lalu mengantarkan bapak dan ibu ke Gereja, setelah itu aku pulang ke rumah, istirahat sebentar lagi, dan persiapan untuk ibadat pernikahan temanku di Gereja, setelah menjemput bapak ibu aku pergi ke Gereja, walau telat sedikit tapi tidak apa - apa.
Di Gereja karena semua panitia adalah teman - temanku, akhirnya aku duduk di dekat panitia, jadi masih bisa ada temennya di Gereja, karena datengnya telat aku ga sempet ngucapin sebelum misa. Setelah misa selesai, ada foto - foto mempelai bersama romo, bapak ibu, dll. Karena lama, aku pulang dulu sebelum pergi ke resepsi hehehee. Di rumah aku sempet ngobrol sebentar sama bapak ibu, tapi mereka kayanya capek jadi mereka istirahat, lalu aku main hp dan ketiduran hehehee.
Cuss berangkat ke resepsi, aku sengaja berangkat lebih awal supaya bisa ngobrol dengan teman -teman sebelum mereka sibuk ngurusin resepsinya. Ternyata resepsinya ada 2 kloter, kloter 1 isinya temen - teman ortu mempelai, jadi ruamee banget, kloter 2 isinya anak - anak muda kenalan mempelai, aku sempet ngobrol dengan temanku gimana bisa terbentuk Wedding Organizer ala - ala temen - temen hihihii, ngobrol juga update temen -temen.
Saat temen - temenku yang bukan panitia datang, lalu kami mulai menyerbu stand -stand makanan sampai pelayannya kewalahan dengan pola makan kami hihihiii, aku di sana sampai acara selesai, memberi selamat ke mempelai, foto - foto, ngobrol bersama teman - teman panitia yang akhirnya sedikit kosong waktunya. Setelah itu aku pulang.
Malamnya berniat untuk makan bareng bapak ibu, tapi ga bisa, karena bapak ibu ada ibadat 100 hari tetangga dan rosario, setelah itu bapak pergi ke RS untuk nemenin om yang sedang sakit.
Aku pun mengajak salah satu teman dekatku untuk nongkrong cerita - cerita, kami deeptalk lumayan lama, karena sudah lama ga ketemu, awalnya agak canggung, tapi akhirnya mengalir obrolannya. Banyak hal yang kami bahas, mulai dari karir, cinta, OMK, Gereja, update teman - temen yang lain juga, seru lah pokoknya, kami ngobrol sampai sekitar jam 1 malam.
Pagi harinya aku bangun jam 8 pagi, lalu aku sempat bermalas - malasan karena sebentar lagi pergi ke Tangerang, lalu aku beranjak dari kasur dan sarapan. Setelah itu aku benerin printer di rumah dan benerin laptop ibu. Setelah semuanya beres, aku pun packing, lalu mandi. Rasanya beraaat banget pergi meninggalkan Jogja tuh. Akupun pesan Grab, cmn bisa pamitan sama ibu karena bapak masih di RS nemenin om.
Hari Minggu kemarin adalah salah satu hari paling bahagia dalam hidupku, bertemu teman - teman, cerita bersama teman - teman, sedikit mengobati kangen juga, bertemu bapak ibu, ngobrol bersama ibu soal Imel juga.
Semoga pertemanan ini bisa berlangsung selama - lamanya, kita bikin makrab bareng bersama keluarga kecil masing - masing kayanya seru yaa...
Monday, October 13, 2025
Cerita Sialku
Pagi itu udah mulai sial sejak aku berangkat. Grab yang aku pesan muter-muter kayak motor kekunci stang gara-gara ada jalan ditutup di dekat tempat tinggalku. Aku cuma bisa pasrah liatin icon motor di map yang nggak juga nyampe-nyampe buat jemput.
Sampai di stasiun pun nasib nggak berubah. Begitu mau tap kartu e-money *tap tap tap* kok gabisa yaa. Lalu aku minta tolong ke petugasnya, akhirnya aku harus beli tiket lewat Go-Transit, fitur dari Gojek untuk naik kereta, karena ribet ngurusin itu akhirnya aku harus nunggu kereta selanjutnya. Lima belas menit yang terasa kayak 3 periode kepemimpinan Mulyono.
Malamnya kupikir semua bakal membaik. Tapi ya tentu tidak. Aku pesen makan Gacoan lewat Grab, dan si driver… muter-muter lagi. Jalan rusak, katanya. Entah kenapa aku kayak dikutuk sama Grab.
Pas malam akhirnya bisa rebahan, kukira semuanya berakhir. Ternyata enggak juga. Mimpi pun ikut bersekongkol.
Rumahku tiba-tiba diserang zombie. Tapi anehnya, rumahku yang aslinya kecil tiba-tiba jadi kayak rumah sinetron: megah, gede, banyak pintu, dan... banyak orang yang aku nggak kenal. Mereka semua panik.
Akhirnya aku kabur dan somehow jadi ngekos di kota yang kena lockdown gara-gara zombie. Tapi dasar aku, masih aja kepikiran pulang. Jadi aku menyelinap balik lewat perumahan samping rumah. Jalannya aku masih hapal. Tapi baru mau belok ke arah rumah, tiba-tiba ada zombie nongol dari depan rumahku. Aku langsung kabur sekenceng-kencengnya.
Balik ke kamar kos, aku cuma bisa duduk di depan jendela, liatin luar yang sepi. Eh, tiba-tiba ada suara dari bawah. Temen SMA-ku, Anggi, anaknya seni banget muncul dan teriak manggil aku. Katanya dia numpang mandi. Yaudahlah, aku bolehin aja, toh dunia lagi kiamat zombie, mandi masih penting.
Dia cerita kalau orang-orang sekarang kumpul di lapangan, katanya aman. Aku ikut dia ke sana, dan… rame banget. Tapi bukannya suasana panik, malah kayak pesta. Musik, lampu, orang ketawa-tawa. Aku nyari siapa pun yang aku kenal nggak nemu satu pun.
Waktu bangun tidur aku cuma bisa ketawa kecil. Kemarin kayaknya dunia lagi sepakat buat ngajarin aku satu hal: kalau sial, ya sial aja sekalian hahahahaa.
Happy Valentine's Day
14-15 Februari kemarin Yaya ke Bandung.. Yaya kasih aku persamaan yg kalau digambar grafiknya jadi gini.. Lucunyaa.. Kita tuke...
-
Puji Tuhan, adalah kata pembuka dari tulisan ini. Saya dan Imel kenal pertama kali lewat sebuah aplikasi online, pertama kali saya lihat pr...
-
Aku sedang merantau. Tinggal jauh dari kampung halaman, bukan untuk bersenang-senang, tapi untuk menempa diri. Laku yang dalam budaya Jawa, ...
-
Track suits and red wine Movies for two We'll take off our phones And we'll turn off our shoes We'll play Nintendo Though I alwa...